Kamis, 24 Mei 2012


ILMU-ILMU BANTU DALAM  SEJARAH
A. Paleontologi
Adalah ilmu yang mengkaji bentuk-bentuk kehidupan purba yang pernah ada di muka bumi, terutama fosil-fosil. Kajian Paleontologi erat hubungannya dengan geologi, botani (tumbuh-tumbuhan), zoology (ilmu hewan), fosil-fosil itu dapat diketahui usianya dengan menggunakan metode radiocarbon untuk menentukan fosil-fosil sampai ratusan juta tahun. Dari temuan-temuan itu dapat disusun evolusi perkembangan hewan dan tumbuhan yang dikaitkan dengan lapiasan geologi pada waktu hidupnya. Bagi ilmu sejarah paleontology merupakan periode prasejarah dalam arti luas, yakni ketika manusia dianggap belum ada di muka bumi ini. Bantuannya bagi sejarah ialah kajian ini dapat menunjukkan secara hipotesis pada lapisan geologi mana atau kira-kira kapan manusia mulai ada lam evolusi geologi.

B.       Paleoantropologi
Kalau paleontologi merupakan ilmu yang mempelajari fosil-fosil binatang dan tumbuh-tumbuhan, maka paleoantropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia-manusia purba sehingga disebut juga antropologi ragawi. Objek yang dipelajari adalah fosil-fosil manusia purba. Ilmu ini bertujuan merekonstruksi asal usul manusia, evolusinya,persebarannya, lingkungan, cara hidup dan budayanya.

C. Arkeologi
Arkeologi adalah akjian ilmiah, mula-mula mengenai hasil kebudayaan prasejarah dengan cara penggalian ( ekskavasi) dan pemerian (deskripsi) sisa-sisa peninggalan prasejarah tersebut. Kemudian dikaji juga hasil-hasil kebudayaan atau peninggalan manusia setelah memasuki periode sejarah yang ditemukan melalui ekskavasi-ekskavasi di situs-situs arkeologi yaitu temapt-tempat yang di anggap menyimpan bukti-bukti arkeologis . bukti-bukti arkeologi dapat di bagi atas tiga yakni : artefak, bekas tempat pemukiman, dan ekofak. Temuan-temuan arkeologi ini penting sebagai ilmu sejarah karena dari penelitian-penelitian ilmiah yang dilakukan dapat memberikan informasi tentang dimana, bilamana, bagaimana kebudayaan atau suatu peradaban yang tinggi bisa tumbuh, berkembang dan akhirnya runtuh.

D. Paleografi
Kajian tentang tulisan-tulisan kuno, termasuk ilmu membaca, menentukan waktu (tanggal), dan menganalisis tulisan-tulisan kuno yang ditulis diatas papyrus, tablet-tablet tanah liat, tembikar, kayu, perkamen (vellum), kertas, daun lotar disebut paleografi.

E. Epigrafi
Sebenarnya tidak ada perbedaan yang mencolok antara paleografi dan epigrafi kecuali pada materi yang dipakai untuk menulis. Epigrafi adalah pengetahuan mengenai cara memebaca, menentukan tanggal atau waktu dan menganalisis tulisan atau inskripsi kuno pada benda-benda yang dapat bertahan lama seperti batu, logam, atau gading . inskripsi atau prasasti itu dimaksudkan untuk memeberikan informasi, atau catatan mengenai kejadian-kejadian penting. Kajian atas inskripsi atau prasati ini acapkali merupakan satu-satunya sumber informasi pertama atau penegatahuan kita tentang masa-masa awal sejarah.

F. Ikonografi
Ilmu tentang arca-arca atau patung-patung kuno dari zaman prasejarah dan/atau zaman sejarah di sebut ikonografi. Araca-araca atau patung ini dapat berdiri sedniri atau merupakan bagian-bagian dari bangunan-bangunan keagamaan seperti kuil, gereja, atau candi. Sejumlah besar patung telah dihasilkan oleh masing-masing peradaban kuno dunia sperti Mesir, Mesopotamia, Persia, India, PraYunani, dan Cina.

G.Numismatik
Ilmu yang mempelajari tentang mata uang-mata uang , asal usul, teknik pembuatan, sejarah, mitologi, dan seninya disebut numismatic. Bagi sejarah Indonesia khususnya, mata uang lama merupakan sumber penting karena menunjukkan adanya kegiatan ekonomi, hubungan-hubungan dagang antara kepulauan Indonesia dan luar Indonesia, hubungan politik dan kebudayaan.

H. Ilmu keramik
Keramik adalah nama umum untuk tembikar cina dan porselin. Pengetahuan tentang keramik merupakan ilmu bantu sejarah dan kesenian yang penting. Hasil kajian tentang benda-benda ini merupaka bahan penting untuk penyusunan sejarah, baik untuk periode prasejarah maupun periode sejarah. Dari kajian-kajian tentang keramik maka dapat diketahui tentang ancer-ancer waktu, pemilik atau pendukung kebudayaan pemakaian keramik, lalu lintas perdagangan dan interaksi antar daerah atau bangsa.

I. Genealogi
Pengetahuan tentang asal-usul nenek moyang atau keturunan keluarga seseorang disebut genealogi. Dahulu kaisar-kaisar, raja-raja, atau orang-orang yang terkemuka biasa membuat pohon silsilah (family tree) untuk menunjukkan asal-usul leluhurnya. Sekarang penelusuran riwayat hidup dari orang-orang tertentu yang menjadi objek penelitian dapat dilakukan melalui biodata atau curriculum vitae-nya.
J. Filologi
Filologi adalah ilmu yang mempelajari tentang naskah-naskah kuno. Naskah-naskah kuno itu ditulis dalam bahasa jawa kuno, sunda kuno maupun melayu. Naskah-naskah kuno itu ada yang penting bagi sejarah Indonesia, tetapi adapula untuk sejarah local khususnya. Adapun contoh naskah-naskah kuno yakni :
a.  Negara kertagama
b.  Parataton
c.  Kidung Sundayana
d.  Babad Tanah Jawi
e.   Carita Parahyangan
f.  Hikayat Raja-raja Pasai
g.  Sejarah Melayu
h.  Epig Lagaligo
K. Etnografi
Etnografi merupakan salah satu cabang dari antropologi. Kajian ini memberikan deskripsi dan analisis tentang kebudayaan suatu masyarakat atau kelompok suku bangsa tertentu. Uraian rinci mengenai seluruh unsure kebudayaan kelompok masyarakat atau suku itu sperti bahasa, mata pencaharian, system iptek, organisasi sosial, kesenian dan religinya.

L. Ilmu ilmu sosial
Dalam perkembangan ilmu sejarah, ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi, psikologi, antropologi, politikologi, dan lain sebagainya menjadi ilmu bantu sejaraH. Konsep-konsep dari ilmu sosial itu membantu atau menjadi alat untuk kajian sejarah yang analitis kritis serta ilmiah.
M. Bahasa
Pengetahuan sejarahwan tentang bahasa daerah atau bahasa asing sabgat diperlukan dalam melakukan penelitian dan penulisan sejarah karena menyangkut topic atau subjek yang dipilihnya. Penegtahuan itu tidak perlu harus menjadikannya ahli, tetapi minimal ia dapat mengerti apa yang ditulis.

N. Statistik
O. Komputer dan/atau Internet


Tidak ada komentar:

Posting Komentar